MI An Nashriyah mengimbau seluruh peserta didik untuk lebih berhati-hati terhadap tren “freestyle” yang saat ini marak di media sosial dan mulai banyak ditiru oleh anak-anak usia sekolah. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian madrasah terhadap keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Dalam sosialisasi yang dilakukan di lingkungan madrasah, siswa diberikan pemahaman bahwa beberapa gerakan freestyle ekstrem dapat menimbulkan berbagai risiko cedera apabila dilakukan tanpa pengawasan dan kemampuan yang memadai. Risiko tersebut meliputi cedera tulang, kerusakan sendi, luka dan memar, gangguan saraf, hingga cedera kepala.

Kepala MI An Nashriyah menyampaikan bahwa peserta didik perlu lebih bijak dalam mengikuti tren yang berkembang di media sosial. “Anak-anak harus memahami bahwa tidak semua tren layak untuk ditiru. Keselamatan diri harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Sebagai alternatif kegiatan yang lebih aman dan bermanfaat, MI An Nashriyah mengajak siswa untuk aktif dalam kegiatan positif seperti olahraga, seni, belajar, pengembangan kreativitas, serta kegiatan sosial yang dapat menunjang prestasi dan pembentukan karakter.

Madrasah juga mengajak para orang tua untuk turut memberikan pengawasan dan pendampingan kepada anak dalam menggunakan media digital agar terhindar dari pengaruh negatif yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

Melalui edukasi ini, MI An Nashriyah berharap seluruh siswa dapat menjaga diri, mencintai kesehatan, serta terus mengembangkan potensi diri melalui kegiatan yang positif dan membangun.

“Jaga Diri, Sayangi Diri, Raih Prestasi!”